Bali

Satu tusuk, lalu satu tusuk lagi 🧶

Saya Tine, perajut dari Norwegia yang sekarang tinggal di Bali. Di sini saya berbagi pola rajut dan crochet, dan hal kecil yang membuat kepala lebih tenang.

Tangan merajut benang biru di balkon, dengan sawah dan pohon kelapa di belakang.
Tine tersenyum memakai Embun Poncho di dekat tiang gelap di teras. Rajutan biru yang ringan jatuh membentuk ujung lancip di depan, dengan pepohonan tropis di belakang.Tersedia

Embun Poncho

Tingkat: Pemula (1 dari 3)

Ringan, berongga, dan sedikit berkilau. Embun dirajut di teras, dengan sawah di belakang.

Rp 35.000

Sedang dirajut

Tas crochet

Tas kecil dari benang katun, dengan pegangan yang bisa diganti. Sedang saya rajut di Bali.

Sedang dirajut

Jaket crochet bertali

Jaket ringan berlubang, diikat di depan. Cocok dipakai di atas atasan biasa.

Gratis

Ruang Jeda

Merajut itu meditasi dengan benang: satu jam tanpa ponsel, dan memang itulah intinya. Ruang Jeda adalah sisanya. Minuman hangat, sedikit napas, dan mendengarkan tubuh. Bukan aturan, hanya yang berhasil untuk saya.

Catatan

Rajutan ikut pindah

Dari salju ke panas, dengan koper penuh benang. Cerita bagaimana saya sampai di Indonesia, dan kenapa merajut ikut pindah bersama saya.

Minuman

Elektrolit yang tidak bikin bangkrut

Setengah liter yang kamu campur sendiri dengan biaya hampir nol. Dengan apa yang sebenarnya dikatakan riset tentang garamnya, termasuk bagian yang tidak tertulis di kemasan.

Minuman

Kakao penenang

Kakao malam yang saya buat saat kepala tidak mau tenang. Kakao mentah, ashwagandha, dan reishi.

Lihat semua resep

Tahukah kamu

  • Sebanyak 3.545 perajut menjawab survei internasional pada 2013. Makin sering mereka merajut, makin tenang dan bahagia perasaan mereka. Yang merajut bersama orang lain merasakannya paling kuat.

    Sumber: British Journal of Occupational Therapy

Ceritanya

Bagaimana saya sampai di sini

Saya meninggalkan pekerjaan yang aman di Oslo, mengemas terlalu banyak benang, dan pindah ke Indonesia tanpa rencana. Ini foto dari tahun setelahnya.

Baca ceritanya
Tine meraih ke atas dan tertawa di bawah gulungan benang putih krem yang tergantung dari atap toko benang.

Halo, saya Tine 👋

Saya meninggalkan pekerjaan saya di Oslo dan pindah ke Indonesia dengan koper yang terlalu penuh benang. Di Norwegia saya merajut hampir setiap hari, karena musim dinginnya panjang dan gelap. Di sini saya lebih sering memegang hakpen.

Rajutkanlah lahir dari satu hal yang saya pelajari: kepala saya sering penuh. Banyak pikiran, banyak kekhawatiran. Tapi saat tangan saya sibuk dengan benang, pikiran ikut tenang. Satu tusuk, lalu satu tusuk lagi.

Semua pola di sini adalah desain saya sendiri. Saya masih belajar bahasa Indonesia, jadi kalau ada yang salah, kabari saya ya 🙏